UDA dan ISTP Tingkatkan Akreditasi

Universitas Darma Agung (UDA) termotivasi meningkatkan akreditasi. Hal ini dikarenakan UDA telah dikunjungi Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Prof M Nasir.
UDA merupakan kampus pertama di Medan yang dikunjungi, sebelum Prof M Nasir bertemu dengan ribuan mahasiswa penerima beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi).
Rektor UDA DR Jaminuddin Marbun mengatakan, pada tahun 2013 sebanyak 11 mahasiswa UDA mendapatkan beasiswa tersebut, dan tahun 2016 sebanyak 14 mahasiswa.
Dikatakannya, UDA adalah kampus tertua di Sumut, yang berdiri sejak 1959, oleh DR TD Pardede. Pada mulanya adalah Akademi Politik. Kemudian terjadi perubahan-perubahan, akhirnya dikembangkan menjadi universitas. Saat ini, sudah ada 10 fakultas, 9 fakultas untuk Program Sarjana dengan 23 program studi (Prodi) dan 1 fakultas untuk Program Pascasarjana dengan 5 Prodi.
“Hampir semua akreditasi prodi adalah B. Hanya beberapa yang masih C. Khusus Pascasarjana, yang terdiri dari 5 prodi juga sudah terakreditasi B, yakni Magister Ilmu Hukum, Magister Ilmu Komunikasi, Magister Ilmu Pemerintahan, Magister Agrobisnis, dan Magister Manajemen,” paparnya kepada MedanBisnis, saat ditemui di Kampus UDA Jalan DR TD Pardede Medan, Senin (22/5).
Sementara itu, Rektor Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP) Ir Janter Napitupulu MT mengungkapkan, Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) membawahi dua institusi, yakni UDA dan ISTP. ISTP berbeda dengan UDA, fakultas dan prodinya lebih spesifik, yakni terdiri dari 3 fakultas dan 9 prodi. “Jadi spesifiknya, seluruh prodinya berkaitan dengan teknologi, yaitu Fakultas Teknologi Mineral, Fakultas Teknologi Sipil dan Perencanaan dan Fakultas Teknik Manajemen Industri,” jelasnya.
Pengelolaan ISTP ini, lanjutnya, dilahirkan oleh DR TD Pardede, dengan berkiblat pada Institut Teknologi Bandung (ITB). “Warnanya ITB kita bawa ke ISTP. Soal akreditasi, ISTP sedang melakukan perbaikan, apalagi prodi ISTP yang merupakan unggulan,� katanya. (dewi syahruni lubis)
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *